Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , , , » KASUS KORUPSI: Repotnya Sosialita jika Jadi Terdakwa

KASUS KORUPSI: Repotnya Sosialita jika Jadi Terdakwa

Written By Amir Sodikin on Minggu, 23 Desember 2012 | 15.51

Dulu penjara identik dengan ”penebusan dosa” di dunia. Makan tak enak dan tidur tak nyenyak dianggap wajar di masa lalu. Mereka yang protes paling bikin lagu setelah bebas. Contohnya lagu ”Hidup di Bui”. Sekarang?

Mari kita cermati sidang dan kehidupan para terdakwa kasus korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Contohnya adalah Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantations Siti Hartati Murdaya dan anggota DPR, Angelina Sondakh. Keduanya mantan pejabat Partai Demokrat yang karena kasusnya lalu mundur dan dimundurkan.

Sidang Hartati terkait kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna usaha lahan perkebunan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Di persidangan yang selalu ramai ini, Hartati selalu percaya diri menghadapi siapa pun. Hartati menggunakan logika sebagai yang harus menghidupi banyak orang, yaitu para karyawannya.

Permohonannya mencabut pemblokiran rekening yang tak terkait kasus korupsi dikabulkan hakim setelah mendengar penjelasan logis Hartati. Ia juga memprotes pelayanan rumah tahanan, yang menurut dia, tak layak untuk dirinya. ”Akhir-akhir ini kulkas dan microwave dicabut. Ini di tahanan seperti berduka cita saja,” kata Hartati.

Ia melanjutkan, ”Saya vegetarian. Kalau dipaksa makan katering rutan, misalnya diberi kue basah dengan gula, itu racun bagi saya. Ini menyangkut nyawa soal makanan. Saya perlu jaga gizi juga untuk sidang-sidang ini,” tuturnya.

Majelis hakim yang diketuai Gusrizal menerima logika itu. Kesehatan memang hal utama dalam persidangan. Karena itu, setiap memulai sidang majelis hakim selalu bertanya apakah terdakwa sehat.

Untuk makanan, Gusrizal minta agar Hartati berkoordinasi dengan rumah tahanan. Penasihat hukum pun diberi tugas berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menu sehat yang cocok dengan terdakwa. ”Tolong agar menu dikonsultasikan. Kalau terdakwa sakit, sidang bisa terganggu. Hak-hak manusia tolong diperhatikan,” kata Gusrizal kepada jaksa.

Turunkan tensi

Berbeda dengan Hartati, Angie selalu menjaga sopan santun serta sesekali menangis ketika berargumen dalam sidang.

”Saya perlu ingatkan Saudara bahwa hanya Saudara dan Tuhan yang bisa menolong Saudara. Kami hanya mempertimbangkan,” ujar hakim Hendra Yospin Alwi di Pengadilan Tipikor saat meminta Angie jujur terkait penggunaan BlackBerryyang selalu diingkari.

Setelah itu, Hendra menimpali lagi. ”Saya ingat iklan Saudara. Katanya, ’Korupsi No’. Sekarang, korupsi no atau yes?” kata Hendra merujuk iklan kampanye Partai Demokrat.

Hanya kalimat itu yang paling keras disampaikan kepada Angie selama persidangan. Tak ada pertanyaan bernada tinggi lain. Angie menjadi terdakwa dalam kasus mafia anggaran dan menggiring anggaran di Kemdiknas dan Kemenpora.

Lulusan S-2 Manajemen Komunikasi Politik UI ini selalu bisa menurunkan tensi persidangan. Begitu tensi hakim naik karena pertanyaan tak bisa dijawab, Putri Indonesia 2001 ini selalu mendapat kata yang tepat. ”Yang Mulia, boleh saya jelaskan,” ucapnya. Suasana sidang pun kembali adem. Sidang Angie dipimpin Ketua Majelis Hakim Sujatmiko yang dikenal sabar bertanya dan menghargai hak-hak terdakwa.

”Ah, pembelaan 4B yang sukses,” celetuk wartawan di belakang. Kata 4B ini merujuk pada slogan yang biasa digunakan Angie, yaitu brain, beauty, behavior, dan blessed. Ini sebenarnya adaptasi slogan kontes kecantikan yang diadopsi Angie dan masih terpampang di situs pribadinya.

Di persidangan, Angie tak banyak berulah. Ia selalu tampil sopan. Namun, saat menanggapi keterangan saksi ia sering emosional bahkan ngambek.

”Sudah, sudah. Saya tak mau tanya lagi. Banyak bohongnya,” kata Angie menanggapi kesaksian M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. ”Nazaruddin adalah orang paling jahat yang pernah saya temui di muka bumi,” ujar Angie sambil menangis.

Ketika Direktur Pemasaran PT Anugerah Nusantara Mindo Rosalina bersaksi, Angie menangis tanpa kontrol.

Tangisnya mudah pecah jika ingat anak-anaknya. Ketika dijadwalkan untuk pemeriksaan saksi dalam persidangan pada Kamis (13/12), Angie menolaknya. Angie sedang tidak fokus karena memikirkan anaknya yang sedang terbaring di sebuah rumah sakit di Jakarta.

”Anak saya sakit. Kalaupun boleh, hanya setengah jam, saya minta izin melihat anak saya di rumah sakit di Jalan Brawijaya. Minggu lalu tiga hari dirawat. Pekan ini, dua hari terkena bakteri,” kata Angie menangis.

Hakim Ketua Sujatmiko awalnya memperbolehkan. Namun, jaksa keberatan dengan alasan kekurangan jumlah pengawal tahanan. Hakim berunding. ”Tidak mungkin mengawal Saudara. Penuntut umum bersedia Saudara menengok anak sebentar, tapi pagi sebelum sidang. Sidang saya jadwalkan pukul 13.30,” kata Sujatmiko.

Angie juga pernah menangis saat minta tahanan rumah agar bisa mengasuh anak-anaknya. Meski dilampiri surat dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, permintaannya ditolak.

Sidang Angie juga paling banyak diburu media terutama media hiburan. Karena itu, seusai sidang, banyak pertanyaan ajaib, seperti bagaimana merawat kecantikan di tahanan, isu kehamilan, dan remeh temeh lain yang digemari penonton.

(Amir Sodikin)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved