Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , » Kegelisahan UN: Mengadu ke Presiden di Media Sosial Pun Percuma

Kegelisahan UN: Mengadu ke Presiden di Media Sosial Pun Percuma

Written By Amir Sodikin on Selasa, 16 April 2013 | 15.16

@alifanfajri: Pak @SBYudhoyono mengapa UN kami beda? Sesulit inikah kami meraih masa depan?

@ferrafeb: Pak @SBYudhoyono UN terlalu membebani kami. Lagipula banyak kecurangan juga kan? Udahlah hapus saja.

@kenyoooo: Pak @SBYudhoyono UN hanya cuma membuat siswa kreatif mencari kecurangan, kalau UN seperti ini terus indonesia kapan majunya?

Ketika dulu anak-anak sekolah seakan tak mungkin mengakses pemegang kebijakan di pemerintahan, kini dengan kehadiran teknologi mereka bisa langsung mengungkapkan curahan hati. Langsung tak hanya kepada menteri, tapi kepada Presiden RI.

Senin (15/4), sejak dini hari hingga malam, anak-anak muda dengan dunia internetnya menyuarakan kegelisahan mereka kepada pemerintah. Melalui internet yang berada di genggaman tangan, mereka meluapkan segala keluh di dunia media sosial.

Seusai UN, mereka dengan penuh harap menyampaikan kritik kepada Presiden yang baru beberapa hari ini memiliki akun Twitter @SBYudhoyono.

Maka, tak heran jika dunia media sosial dipenuhi dengan keluhan, doa-doa, harapan, caci maki, bercampur satu dan semuanya terkait pelaksanaan ujian nasional yang amburadul.

Lalu, apa jawaban @SBYudhoyono terkait UN? Hingga sore hari, tak ada respons. SBY hanya mengirim status: ”Bermain volley dengan karyawan Pupuk Kujang dan masyarakat Karawang”.

Pagi hari sebelumnya, SBY memang sudah menyapa siswa dengan tips sukses UN, ”3 kunci sukses Ujian Nasional. Belajar, yakin diri dan doa kepada Tuhan. Insya Allah kalian sukses”.

Pesan itu sempat jadi bahan olok-olok yang dipicu oleh seorang sutradara film. ”We wonder why Indonesia’s never won a Nobel,” ledek @DanielZiv.

Perlawanan anak muda

PoliticaWave kali ini ikut memetakan kegelisahan anak-anak muda terhadap UN. Ditemukan sebuah cara unik dalam menyampaikan kritik dengan menggunakan tagar #ReplaceSongTitleWithUN.

Tagar ini dipromosikan @MetroTipi, sebuah akun parodi berita. Akun ini mengajak orang berolah kata dengan cara mengganti salah satu kata dalam judul lagu dengan kata UN.

@MetroTipi: SO7-UN Ditepi Jalan. *sekolahnya digusur*

@hendralm: Taylor Swift-I Knew UN Were Trouble

@sutisna_tizz: Nicky Astria- Jangan Lagi ada UN

Ternyata permainan ini mendapatkan respons besar. Dari pemantauan PoliticaWave, lebih dari 5.000 percakapan isinya berkaitan dengan tagar ini.

”Bila ditelusuri lebih detail, sebagian besar judul lagu yang dipelesetkan merupakan kalimat negatif yang memberikan sentimen negatif,” kata Yose Rizal, Direktur PoliticaWave.

Hal ini menggambarkan UN sebagai hal yang menakutkan bagi para siswa dan berharap agar UN ditiadakan. Tingginya partisipasi netizen terhadap perlawanan ini membuat tagar tersebut jadi trending topic Twitter di Indonesia bahkan dunia.

Keberhasilan #ReplaceSongTitleWithUN mencapai puncak popularitas dalam waktu yang lama, hampir setengah hari, merupakan bukti kuatnya perlawanan UN ini di kalangan anak muda. Analisis menggunakan tweetreach.com, tagar tersebut menjangkau hingga 15.000 akun.

Inilah perlawanan dari peluru berkaliber 140 karakter: menyebar seperti virus, sinis, nyelekit, lucu, menggemaskan, tapi damai. @SBYudhoyono harus siap dengan demonstrasi senyap ini. Adakah jawaban? (Amir Sodikin)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved