Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , , , , » Debat Daging di Kamar LHI

Debat Daging di Kamar LHI

Written By Amir Sodikin on Jumat, 17 Mei 2013 | 22.29


Pagi hari tanggal 11 Januari 2013 sekitar pukul 06.00, mobil yang
membawa Menteri Pertanian Suswono bergerak dari Hotel Santika, Medan,
bergerak menuju Hotel Arya Duta. Ia diminta Luthfi Hasan Ishaaq (LHI),
koleganya yang menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera, untuk
bertemu.


Sementara itu, pagi-pagi sekali di Hotel Arya Duta Medan, Elda
Devianne Adiningrat, orang yang membantu mengurus perizinan kuota
impor daging PT Indoguna Utama, menelepon Maria Elisabeth Liman untuk
memastikan agar siap-siap bertemu menteri. Elisabeth adalah Direktur
Utama PT Indoguna Utama yang saat ini sudah menjadi tersangka kasus
dugaan suap kuota impor daging.


Elisabeth memang berangkat ke Medan bersam Elda, Ahmad Fathanah (AF),
Soewarso (sahabat Suswono), dan para petinggi PKS lainnya. Misinya
adalah menyampaikan data soal perkembangan krisis daging termasuk
fenomena bercampurnya daging dengan celeng dan tikus.


"Siapa yang menyediakan akomodasi ke Medan?" tanya Ketua Majelis Hakim
Purwono Edy Santosa. "Aku dong Pak. Kalau pebisnis itu kalau di hotel
ya saya yang bayar," jawab Elisabeth dalam sidang pada Rabu (15/5) di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.


Kesaksian itu disampaikan dalam sidang perkara dugaan suap kuota
daging impor dengan terdakwa Arya Abdi Effendy, Direktur Operasional
PT Indoguna, dan Juard Effendi, Direktur Human Resources Development
dan General Affair PT Indoguna


Suswono, Soewarso, Elisabeth, dan Ahmad Fathanah kemudian ke kamar
LHI. "Saya sampai di kamar ada Pak LHI. Kira-kira dua menit datang
Suswono dan Soeuwarso. Jadi diperkenalkan ini ibu Elisabeth, saya
dikatakan Ketua Aspidi (Asosiasi Pedagang Importir Daging Indonesia,"
kata Elisabeth


Mereka kemudian makan pagi. Elisabeth mengeluarkan makalah 1
eksemplar. "Saya berikan kepada Pak Menteri agar dikaji," kata
Elisabeth.


Elisabeth adalah salah satu pendiri Aspidi, 26 tahun lalu. "27 tahun
lalu asupan daging kita 50 gram per tahun. Waktu itu kami coba naikkan
supaya keturunan kita lebih bagus otaknya. Setelah 26 tahun asupan
naik 2,2 kg, tapi setahun terakhir turun 1,9 kg, itupun bercampur
celeng dan tikus," kata Elisabeth.


"Hati saya miris maka saya ketemu Pak Menteri," lanjut Elisabeth.
Namun, pertemuan yang dinantikan itu justru membuat ia tak menentu.
Menteri marah dengan data yang ia sajikan. "Katanya data tidak absah,"
kata Elisabeth.



Elisabeth berusaha menunjukkan kesalahan perhitungan dari Kementan dan
BPS. Namun tak menggoyahkan prinsip Mentan. Elisabeth juga
menyanpaikan saat ini banyak sapi betina lokal yang produktif
dipotong. "100 persen saya sampaikan keprihatinan ini sebagai orang
Indonesia, saya sedih melihat kondisi ini," katanya.


Elisabeth marah datanya dianggap tidak valid. "Menterinya pergi ya aku
minggat," kata Elisabeth


Dua hari setelah menjadi saksi, Suswono pun datang ke Pengadilan
Tipikor untuk dimintai keterangan. Ia memang mengakui sempat marah
dengan Elisabeth yang membawa data tidak valid. "Beliau sampaikan data
produksi. Juga sampaikan ada data yang salah di Kementan sehingga
beliau sampaikan data baru," kata Suswono.


Ia hadir dalam pertemuan Medan karena diminta PKS dalam safari dakwah.
"PKS minta saya dihadirkan karena ada dialog dengan para tokoh di
Medan," kata Suswono.


Malam sebelumnya, ia sudah mendapat informasi dari rekannya Soewarso
bahwa akan ada pelaku usaha yang yang akan bertemu.



"Saya katakan ke Elisabeth, bagaimana Saudara bisa yakini data ini.
Kami pakai data ilmiah dari IPB. Kaji dulu, kalau perlu lakukan
seminar dulu," papar Suswono.


Pertemuan pun hanya berlangsung sekitar 20 menit. LHI mengatakan, tak
ada pembahasan soal kuota impor dalam pertemuan itu. Pertemuan
tersebut murni untuk membicarakan keresahan masyarakat soal krisis
daging. (Amir Sodikin)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved