Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , » Perbudakan Pabrik Kwali: 28 Orang Dipekerjakan Paksa di Tangerang

Perbudakan Pabrik Kwali: 28 Orang Dipekerjakan Paksa di Tangerang

Written By Amir Sodikin on Sabtu, 04 Mei 2013 | 02.28

Laporan langsung mengenai penggrebekan di pabrik kwali di Tangerang

melalui akun Twitter @andriyani ternyata dilakukan oleh Kepala Divisi

Advokasi dan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan

(KontraS), Yati Andriyani. Dihubungi melalui teleponnya, Yati

membenarkan adanya penggrebekan perbudakan di zaman modern itu yang

dilakukan aparat kepolisian.



Hingga Sabtu dini hari, para korban sebanyak 28 orang, termasuk pelaku

dan centeng yang menjadi petugas keamanan, sedang dimintai keterangan

di Polres Tigaraksa, Tangerang. "Pemeriksaan pelaku Juki Irawan dan

centengnya masih dalam proses pemeriksaan penyidik Polda dan ditahan.

Sementara korban juga dalam proses pemberian keterangan," kata Yati.



Atas kerja cepat aparat kepolisian, KontraS menyampaikan apresiasinya

terhadap institusi kepolisian yang begitu tanggap menindaklanjuti

laporan korban sehingga kondisi dan situasi kerja paksa tersebut

terungkap dan korban lainnya dapat diselamatkan. "KontraS menghimbau

pihak kepolisian untuk terus melanjutkan proses hukum," kata Yati.





Awal terbongkarnya kasus



Menurut Yati, kasus itu terbongkar ketika KontraS menerima pengaduan

dari dua orang korban atas nama Andi (20) dan Junaedi (19) ke KontraS

pada 2 Mei 2013. "Keduanya dipekerjakan paksa di sebuah rumah yang

berlokasi di Kampung Bayur Opak, Sepatan, Tangerang, selama 2-3 bulan.

Keduanya mengaku disiksa dalam bentuk dipukul, sundut rokok dan

disiram cairan alumunium," kata Yati.



Pelapor berasal dari Lampung Utara yang didampingi Kepala Desa. Mereka

kemudian membuat laporan pengaduan ke Polda Metro Jaya, pada Jumat

kemarin. Tak lama setelah menerima pengaduan, Polda Metro Jaya

kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penggerebekan ke lokasi

yaitu di Kampung Bayur Opak, Rt 03 Rw 06, Desa Lebak Wangi, Sepatan,

Tangerang.



"Pengerebekan dilakukan sekitar pukul 14.30-16.00 oleh tujuh anggota

Polda Metro Jaya, Polres Lampung 4, dan Polres Tigaraksa dengan jumlah

personel sekitar 20 orang. "Dari penggrebekan itu telah ditemukan 28

korban yang dipekerjakan paksa dengan kondisi memprihatinkan. Mereka

mengalami luka-luka gatal, asma, memar dan lain-lain," kata Yati.



Sebanyak empat orang dari korban tercatat berusia dibawah umur. Ada

juga lima orang yang khusus disekap dalam ruangan yang disengaja

dikunci dari luar dengan kondisi memprihatinkan.



Sepanjang proses penyekapan, para korban telah diasingkan dari

kehidupan di sekitarnya. Pelaku menyita semua barang-barang milik

korban yaitu mulai handphone, bahkan baju, juga uang. "Alasannya untuk

keamanan supaya tidak hilang," kata Yati.



Dari pantauan Yati, lokasi tempat korban dipekerjakan sangat tidak

manusiawi. Mereka tidur dalam satu ruangan berukuran sempit yaitu

hanya 40 meter x 40 meter yang dihuni sekitar 40 orang. "Kondisi

ruangan sangat tertutup, kotor, dan bau," katanya.



Dari sisi jam kerja, para korban diwajibkan bekerja sejak pukul 05.30

hingga pukul 22.00 dengan tanpa menerima gaji dan dilarang

bersosialisasi dengan lingkungan.



Yati mengungkapkan, saat ini kondisi korban masih dalam keadaan takut

dan tergoncang jiwanya, namun juga senang karena sudah bebas dari

perbudakan. Untuk memulihkan kondisi korban, kata Yati, KontraS

meminta pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk

memberikan perindungan dan trauma healing bagi seluruh korban ke

depan. (Amir Sodikin)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved