Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , , » Purek III UNJ Dituntut 1,5 Tahun

Purek III UNJ Dituntut 1,5 Tahun

Written By Amir Sodikin on Senin, 20 Mei 2013 | 12.51

Pembantu Rektor III Universitas Negeri Jakarta Fakhruddin Arbah dan dosen Fakultas Teknik UNJ, Tri Mulyono, dituntut pidana penjara satu tahun enam bulan dan denda Rp 250 juta subsider kurungan tiga bulan. Mereka dianggap bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium dan peralatan penunjang pendidikan UNJ tahun anggaran 2010 dengan total kerugian negara Rp 5,1 miliar. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (20/5), dipimpin Ketua Majelis Hakim Pangeran Napitupulu. Fakhruddin saat itu menjadi pejabat pembuat komitmen, sementara Tri sebagai ketua panitia pengadaan lelang. Kasus ini erat kaitannya dengan penggiringan anggaran yang dilakukan Grup Permai yang diduga bersama Angelina Sondakh di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke 17 universitas. Kasus ini bermula ketika Grup Permai dengan tim pemasaran yang dipimpin Mindo Rosalina Manulang melobi UNJ untuk bisa menjalankan proyek pengadaan laboratorium. Mei atau Juni 2010, para terdakwa hadir dalam sebuah rapat dengan Grup Permai yang dihadiri Melia Rike. Saat itu, Grup Permai melobi untuk menang lelang. Terdakwa dianggap tidak lagi menjalankan tugasnya dalam penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) karena HPS disusun hanya berdasarkan brosur para vendor tanpa ada harga diskon. Para vendor sudah dikontak tim Grup Permai dan sudah ada komitmen untuk memberi diskon 30 persen sampai 40 persen plus 3 persen. Ketika HPS dibuat sendiri oleh Tri tanpa melalui rapat panitia, Fakhruddin menyetujuinya dan hanya bertanya apakah sudah dilakukan sesuai prosedur. Tri juga mengajukan sendiri nama-nama perusahaan calon pemenang dari Grup Permai. Para terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum serta tidak memenuhi prinsip terbuka dan transparan yang bertentangan dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa. Terdakwa juga dianggap tak memiliki etika. ”Bahkan, terdakwa tahu perusahaan dikendalikan satu grup,” kata jaksa Fitri Zulfahmi yang menuntut Tri. Nilai proyek adalah Rp 16,9 miliar dan kerugian negara dihitung hingga Rp 5,1 miliar. Dari kerugian itu, sebanyak Rp 1,3 miliar yang diterima orang-orang UNJ telah dikembalikan kepada penyidik dan sisa kerugian negara adalah Rp 3,78 miliar yang mengalir ke Grup Permai. Karena uang yang mengalir ke UNJ sudah dikembalikan, para terdakwa tidak dibebani membayar uang pengganti kerugian negara. Dikendalikan Nazaruddin Dalam kesempatan itu, Napitupulu memberikan perintah pengadilan agar segera menangkap orang-orang Grup Permai yang terlibat. Kedua terdakwa bukanlah aktor utama dalam kasus korupsi ini. Mereka terseret akibat ulah mafia anggaran dari Grup Permai yang dikendalikan M Nazaruddin yang sejak awal berusaha menggiring anggaran pendidikan. ”Ajukan segera jadi tersangka karena mereka menikmati keuntungan,” ujarnya. (AMR)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved