Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , , , » Jaksa Gunakan Dakwaan Alternatif

Jaksa Gunakan Dakwaan Alternatif

Written By Amir Sodikin on Rabu, 12 Juni 2013 | 13.23

* Direktur Indoguna Dituntut 4 Tahun 6 Bulan


Dua direktur PT Indoguna Utama, yaitu Direktur Operasional PT Indoguna Arya Abdi Effendy dan Direktur HRD dan General Affair PT Indoguna Juard Effendi, dituntut pidana penjara 4 tahun 6 bulan oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/6), yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Purwono Edi Santosa, jaksa juga menuntut Arya dan Juard membayar denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Jaksa menganggap Arya dan Juard terbukti menyuap penyelenggara negara, yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, yang saat itu menjadi anggota DPR, dengan harapan bisa membantu meloloskan pengajuan tambahan kuota impor daging di Kementerian Pertanian.

Jaksa tidak menuntut kedua terdakwa kasus dugaan suap dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian tersebut dengan dakwaan primer, tetapi dengan dakwaan alternatif pertama berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Arya dan Juard dianggap melakukan perbuatan atau turut serta melakukan perbuatan memberi atau menjanjikan uang Rp 1,3 miliar kepada Luthfi melalui orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah. Disebutkan jumlah Rp 1,3 miliar itu dianggap sebagai bagian dari total komitmen pemberian fee yang berjumlah Rp 40 miliar.

Jumlah itu merupakan fee yang dijanjikan Rp 5.000 per kilogram dari total pengajuan kuota impor daging sebesar 8.000 ton. Jaksa meyakini pemberian fee itu dengan tujuan agar Luthfi, yang saat itu sebagai anggota DPR dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, mau memengaruhi pejabat Kementerian Pertanian dalam pemberian persetujuan permohonan penambahan kuota impor daging.

Luthfi dan Fathanah juga menjadi tersangka dalam kasus ini.

Janji Fathanah

Ketika membacakan surat tuntutan untuk Arya dan Juard, jaksa menyebutkan, Arya memberikan uang Rp 1 miliar kepada Fathanah pada 29 Januari 2013. Menurut jaksa, Fathanah mengatakan, uang itu dia minta dari PT Indoguna dalam rangka keperluan operasional Luthfi. Fathanah menjanjikan, jika ada penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Indoguna akan diutamakan.

”Fathanah menjawab, ’Terima kasih Ibu Els (Maria Elisabeth Liman, Direktur Utama PT Indoguna). Nanti akan saya sampaikan kabar gembira ini kepada Ustaz Luthfi’,” kata jaksa Mohammad Roem.

Sementara Rp 300 juta merupakan permintaan Fathanah kepada Maria sebagai sumbangan dalam acara Safari Dakwah PKS. Maria menyanggupi permintaan itu dan memerintahkan Arya mencairkan Rp 300 juta. Setelah cair, Maria menghubungi Elda Devianne Adiningrat, pemilik perusahaan yang bergerak di bidang impor bahan baku, dan uang diambil oleh anak buah Elda, kemudian diberikan kepada Fathanah.

”Tetapi, Fathanah meminta Elda menyimpan uang itu karena merupakan bagian untuk Luthfi, yang akan diberikan setelah acara di Medan,” lanjut jaksa Roem.

Dalam sidang sebelumnya, ketika Fathanah dihadirkan sebagai saksi, Fathanah membantah bahwa uang Rp 1 miliar tersebut untuk Luthfi. Uang itu untuk dirinya pribadi, yang akan digunakan untuk seminar soal kondisi krisis daging saat itu.

Terkait uang Rp 300 juta, Maria Elisabeth Liman yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, uang itu merupakan upah kepada Elda yang telah membantu Indoguna dalam mengurus perizinan kuota impor.

Dalam pertimbangan jaksa, hal-hal yang memberatkan adalah Arya dan Juard dianggap tidak mendukung upaya pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi dan keterangan mereka berbelit-belit. ”Hal-hal yang meringankan, keduanya bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan memiliki tanggungan keluarga,” kata jaksa Roem. (AMR)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved