Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , » Merasa Takut, Para Saksi Djoko Gagal Datang

Merasa Takut, Para Saksi Djoko Gagal Datang

Written By Amir Sodikin on Sabtu, 27 Juli 2013 | 20.57

*Penangkapan pengacara tak terkait Djoko


Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara Korps Lalu Lintas Polri dengan terdakwa Irjen Djoko Susilo kemarin seharusnya mendengarkan keterangan para saksi meringankan. Namun, sebanyak 12 orang yang direncanakan hadir tak satupun ada yang datang.

Penasehat hukum terdakwa, Tommy Sihotang, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (26/7), mengatakan para saksi tersebut takut karena berbagai kabar simpang siur terkait Djoko Susilo. Salah satu berita yang dimaksud adalah penangkapan seorang pengacara bersama pegawai Mahkamah Agung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Operasi tangkap tangan itu di media massa sempat dikaitkan dengan kantor Hotma Sitompoel dan kasus Djoko Susilo. Seperti kita ketahui, Hotma memang salah satu anggota tim penasehat Djoko.

"Ada kejadian seperti itu, ada yang mengatakan ada kaitannya dengan kasus ini. Hal ini membuat para (calon) saksi ini mikir-mikir," kata Tommy.

Selain itu, para calon saksi tersebut menurut Tommy juga takut karena terpengaruh oleh saksi-saksi sebelumnya dihadirkan di sidang Djoko. Beberapa saksi yang mencabut keterangannya di persidang akhirnya dipanggil oleh KPK, untuk diperiksa lagi dengan kasus yang sama namun untuk terdakwa lain.

Beberapa saksi yang dalam sidang mencabut keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan didominasi oleh orang yang dekat dengan Djoko Susilo, misalnya asisten pribadi dan sopir. Mereka setelah mencabut keterangannya, dipanggil lagi oleh KPK untuk pemeriksaan terdakwa lainnya.

Dampaknya, para saksi yang belum dihadirkan tiba-tiba merasa takut semuanya. "Sebanyak 12 orang tak muncul semua hari ini. Kita akan bujuk lagi mereka untuk datang," kata Tommy.

Kepada majelis hakim yang diketuai Suhartoyo, Tommy berjanji akan kembali menyaring para saksi yang belum terkontaminasi oleh saksi-saksi lain. Suhartoyo memberi kesempatan terakhir untuk Djoko menghadirkan saksi fakta yang meringankan pada Selasa, 30 Juli nanti.

"Setelah itu tak bisa lagi karena tanggal 2 Agustus akan tetap kita jalankan pemeriksaan terdakwa," kata Suhartoyo.

Terkait para saksi yang dikatakan merasa dipengaruhi, Suhartoyo menjamin persidangan ini adalah independen dak tak ada kekuatan manapun yang bisa mempengaruhi. "Persidangan ini tak bisa dipengaruhi oleh siapapun dengan cara apapun," kata Suhartoyo.

Suhartoyo menegaskan, seharusnya semua pihak tak perlu terpengaruh kejadian di luar persidangan. "Kita dilindungi Undang-Undang agar tetap independen tak bisa dipengaruhi. Tapi kalau sudah masuk perasaan, ya itu adanya di dalam hati, yang jelas pasti Pak Jaksa dan penasehat hukum sepakat bahwa persidangan ini bebas dari pengaruh manapun," kata Suhartoyo.

Tak terkait
Di luar persidangan, Tommy yang juga penasehat hukum Mario C Bernado, mengatakan pemberitaan di media massa, terkait penangkapan Mario dan DS, seorang pegawai MA, tak terkait dengan kasus Djoko Susilo. Inisial DS merupakan inisial karyawan di MA, bukan inisial Djoko Susilo.

"Tak ada kaitannya dengan kasus Djoko Susilo. Itu terkait kasus yang sedang berjalan di MA," kata Tommy. Namun, Tommy tak mau menyebutkan kasus apa yang dimaksud. "Untuk etisnya, biar KPK dulu yang menyampaikan. Saya tak tahu kasusnya apa, jangan-jangan tidak ada kasus, bisa saja teman lama yang memberi uang," kata Tommy.

Tommy juga mengatakan, kasus tangkap tangan Mario dan DS tersebut tak ada kaitannya dengan kantor Hotma Sitompoel. Hal itu dibuktikan, misalnya, tak ada kop surat atau bukti lain yang menyangkut kantor pengacara Hotma Sitompoel.

"Mana ada sekarang pengacara menyuap melalui broker. Bisa ditangkap KPK," kata Tommy. Tommy yakin, Mario kemungkinan dapat "order" di luar jobnya. "Ini namanya syndrom srimulat, dapat job di luar pekerjaan resminya," kata Tommy. (AMR)


Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved