Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , » Software Sistem Informasi PLN Pernah Digandakan

Software Sistem Informasi PLN Pernah Digandakan

Written By Amir Sodikin on Rabu, 03 Juli 2013 | 18.00


Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan Rencana Induk Sistem Informasi atau SIMPEL-RISI ternyata memang pernah digandakan secara tidak legal, walaupun perangkat lunak itu sudah menjadi milik PLN Disjaya-Tangerang. Saksi yang dihadirkan dalam sidang terdakwa Gani Abdul Gani, Muhammad Husen Hidayat, mengakui ia pernah menggandakan beberapa aplikasi itu.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (3/7), saksi Husen mengaku diperintahkan terdakwa Gani Abdul Gani, Direktur Utama PT Netway Utama. Perangkat lunak itu agar didaftarkan ke Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM sebagai aplikasi yang diberi nama Customer Care Billing System (CCBS).

CCBS inilah yang kemudian akan dijual ke pihak PLN sebagai perangkat lunak baru. "Saya menggandakan itu tidak seizin PLN. Tapi enggak semua aplikasi yang saya ambil dari SIMPEL-RISI, hanya beberapa dan dinamakan CCBS," kata Husen.

Sistem operasi SIMPEL-RISI sistem basis datanya berdasarkan perangkat pengolah basis data ternama Oracle. Kemudian, diubah ke bentuk Microsoft Acces agar bisa dimuat dalam cakram digital.

Padahal, SIMPEL-RISI yang dibangun tim dari Politeknik ITB telah memiliki hak cipta yang dipegang oleh PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Hal itu disampaikan saksi mantan Direktur Politeknik Institut Teknologi Bandung, Bambang Widiono.

Keterangan Bambang diperkuat saksi lain yaitu mantan Direktur Pemasaran PT PLN Disjaya-Tangerang, Tunggono, yang menyatakan dalam klausul kontrak disebutkan sistem SIMPEL-RISI sepenuhnya milik PT PLN Disjaya-Tangerang. "Penggunaan sistem SIMPEL-RISI untuk kepentingan pengembangan harus seizin PLN Disjaya Tangerang," ujar Tunggono.

Widiono sendiri juga membantah bahwa ia pernah mengalihkan proyek pembuatan perangkat lunak itu ke pihak lain. "Pembuatan SIMPEL-RISI tidak pernah diserahkan kepada PT Netway Utama, dalam kontraknya jelas tidak boleh dialihkan kepada pihak lain, kecuali atas persetujuan pihak pertama," kata Bambang. (AMR)
Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved