Banner Leaderboard
Headlines News :
Home » , , » Berbagai Upaya Meloloskan Kuota Impor Daging

Berbagai Upaya Meloloskan Kuota Impor Daging

Written By Amir Sodikin on Selasa, 30 Juli 2013 | 20.54

Sejumlah saksi kunci dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dan pencucian uang pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian. Dari keterangan para saksi, terungkap berbagai modus dan upaya untuk menggolkan penambahan kuota impor daging PT Indoguna Utama.

Kesaksian Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, menegaskan Ahmad Fathanah sejak awal memperkenalkan dirinya sebagai utusan Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi merupakan anggota DPR yang juga Presiden Partai Keadilan Sejahtera saat itu yang dianggap punya pengaruh terhadap Menteri Pertanian yang berasal dari kader PKS.

Hal itu disampaikan Syukur saat bersaksi untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (29/7). "Dia (Ahmad Fathanah) katakan bahwa dia utusan ustad Luthfi Hasan," kata Syukur.

Fathanah mendatangi syukur untuk melobi agar meloloskan penambahan kuota daging impor untuk PT Indoguna Utama. Namun, Syukur menolak permintaan Fathanah karena pengajuan kuota sudah berada di luar prosedur.

"Surat itu saya tolak dan tidak saya proses," kata Syukur. Fathanah gigih berusaha melobi Syukur karena ia kembali mendatangi Syukur saat ada acara di Bogor.

Dalam pertemuan singkat di Bogor itu, Fathanah kembali melobi apakah ada kemungkinan peningkatan kuota impor. Syukur pun menjawab agar Fathanah mengikuti prosedur yang ada.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Muhibuddin, sempat bertanya kenapa seorang Fathanah bisa begitu leluasa menemui Syukur. Namun, Syukur berkilah bahwa siapapun bisa menemui dirinya.

Dalam sidang kemarin, saksi Direktur PT Indoguna, Maria Elizabeth, menjelaskan posisi Elda Devianne Adiningrat, mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, dan Ahmad Fathanah yang ia sebut sebagai makelar proyek.

Elda adalah orang yang mengaku memiliki kuota impor daging dan akan dijual. Kepada Direktur Ekskutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia, Thomas Sembiring, Elda mengatakan memiliki kuota antara seratus sampai dua ratus ton.

Dalam sidang dua direktur PT Indoguna sebelumnya, juga terungkap, untuk menjual kuota kepada pihak yang tepat, maka dipilihlah PT Indoguna. Maka, terjalinlah komunikasi antar Elda, Fathanah, Elizabeth, dan terakhir bergabung Luthfi Hasan.
Menurut Elizabeth, pertemuan dengan Luthfi pernah digelar namun hanya membahas soal daging yang bercampur dengan daging tikus dan daging celeng. Dalam pertemuan di sebuah restoran, "Saya jelaskan kenapa bakso dicampur daging tikus dan daging celeng, lalu saya jelaskan soal itu di depan Luthfi, Fathanah, dan Elda," kata Elizabeth.

Maria yang juga sudah menjadi tersangka dalam kasus yang sama, hanya mengakui bahwa saat pertemuan itu tak pernah membahas masalah daging sapi atau kuota impor. Hanya membahas soal krisis daging.

Berdasar penuturan Elizabeth, Elda sebagai perantara mengaku memiliki akses ke sejumlah pejabat di Kementerian Pertanian dan bahkan ke Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Dalam rekaman percakapan antara Elda dan Elizabeth pada sekitar November 2012, terungkap bahwa Elda membawa-bawa nama Hatta Rajasa yang ia sebut sebagai "Uban".

Diduga, Elda mencatur nama Hatta untuk menakut-nakuti Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Syukur Iwantoro, agar mau mengabulkan permintaah penambahan kuota. Elda berkilah penambahan kuota impor daging telah disetujui oleh Kementerian yang dipimpin Hatta Rajasa.

Upaya untuk menggolkan pengajuan penambahan kuota impor juga dilakukan dengan cara memanfaatkan Asosisasi Perusahaan Importir Daging Indonesia (Aspidi). Saksi Direktur Eksekutif Aspidi, Thomas Sembiring, mengakui pernah diajak Juard Effendi, Direktur PT Indoguna, untuk membuat surat usulan penambahan kuota impor daging sapi 2013.

Surat itu ditujukan kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa. "Juard meminta saya untuk membuat surat resmi ke Menko bidang Perekonomian," kata Thomas. Dalam sidang sebelumnya juga terungkap, Juard Effendi yang juga pengurus Aspidi pernah diperintah membuat surat terkait krisis daging untuk meyakinkan agar penambahan kuota dikabulkan. (AMR)








Share this post :

Posting Komentar

 
Sister Website : OWH | Amir Sodikin | Complain
Copyright © 2011. AmirSodikin.COM: Viewtiful My Indonesia - All Rights Reserved