| "INLINE SKATES", AGRESIF TAPI INDAH |
| Written by Amir Sodikin | |
![]() Copyright: Kompas/Amir Sodikin sekarang kita tak cuma membahas sepatu roda, tapi lebih ekstrem lagi: "inline skates"! Lebih sangar lagi, kali ini bukan inline skates yang mengutamakan speed, kebut-kebutan itu, tapi inline skates yang agresif, yang lompat-lompat enggak karuan itu. Kalau sepatu roda dianggap jadul, inline skates yang agresif ini beda banget. Walaupun komunitas inline skates di Indonesia mulai "padam", di "Inline skates, apalagi yang agresif, ini seperti badak, mereka Wah, penggambarannya serem ya, kayak badak! Tapi, setelah bertemu Billy "M Ikbal" (28) badannya terlihat kekar dengan berat hampir Bahkan, gerakan Billy yang bertenaga bisa seperti atlet parkour ![]() Copyright: Kompas/Amir Sodikin "Kalau yang ini, Krishna Murti. Ia termasuk anggota lama dan sering menjuarai lomba juga. Badannya elastis kayak karet," kata Detje menjelaskanteman- temannya. Detje dulu juga aktif di inline skates, tapi lama absen. "Sudah tua he-he," katanya. Satu garis Inline skates atau dulu sering disebut roller blades merupakan salah satu tipe roller skates yang menggunakan roda dengan konfigurasi satu baris. Di bawah sepatu mereka, yang harganya mulai Rp 1,5 juta itu, ada roda-roda yang dipasang dalam satu garis saja. Ini berbeda dengan tipe quad skates yang memiliki konfigurasi dua ![]() Copyright: Kompas/Amir Sodikin Dulu, menurut situs www.skates.co.uk, inline skates ini diperkenalkan atlet Rusia yang menggunakannya untuk latihan ice skates di lapangan padat bukan es. Tapi, model inline skates juga digunakan untuk rekreasi, olahraga, dan kompetisi. Perusahaan yang memopulerkan justru dari Amerika Serikat, Rollerblade Inc, milik Scott dan Brennan, pada tahun 1980-1990. Di Indonesia, menurut Billy, komunitas inline skates mulai tumbuh Inline skates sering memanfaatkan pinggiran tembok untuk "Dulu, rodanya pakai bahan besi jadi cuma bisa di rel kereta api. Karena termasuk olahraga ekstrem, baret-baret dan benjol sudah "Di Indonesia, inline skates di bawah naungan Persatuan Sepaturoda ![]() Copyright: Kompas/Amir Sodikin Inline skates tak seberuntung skateboard yang memiliki asosiasi tersendiri. Dari sisi usia kelahiran, skate board memang lebih dulu ada dan punya komunitas lebih banyak. Cabang olahraga inline skates yang speed dan hoki di Indonesia "Padahal, yang populer di kalangan komunitas ini justru yang "Inline skates yang agresif ini lebih indah dan lebih menghibur, ![]() Skates.co.uk "Silakan bagi yang menyukai inline skates datang ke Urbanfest, kita bisa berbagai pengetahuan soal inline skates, mulai dari peralatan hingga praktik langsung," kata Detje yang berencana mengundang beberapa komunitas, termasuk dari Kalimantan. "Saya kaget, ternyata di Kalimantan komunitas mereka juga berkembang, bahkan peralatannya canggih," ujar Detje.(AMIR SODIKIN) |






