KPU: 65 Juta Pemilih Bermasalah

KPU: 65 Juta Pemilih Bermasalah

Jakarta, Kompas
Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis data mengejutkan yaitu sebanyak 65 juta pemilih masih bermasalah berupa data Nomor Induk Kependudukan (NIK) kurang atau lebih dari 16 digit. Kesalahan tersebut terjadi ketika KPU daerah menginput atau mengkonversi data NIK menggunakan software Microsoft Excel.

Demikian disampaikan Ketua KPU Husnis Kamil usai membuca Rapat Kerja KPU se-Indonesia di Jakarta, Jumat (20/9). “Sedang dilakukan penelusuran, karena didapati ada 65 juta data yang NIK-nya terimput kurang atau lebih dari 16 digit,” kata Kamil.

NIK standard yang ditetapkan pemerintah adalah 16 digit sementara NIK yang terhimpun dari KPU beberapa daerah kurang dari 16 atau lebih dari 16. “Yang kurang dari 16 digit kita deteksi masalahnya sebagian besar pada proses entry data, para operator kami bekerja pada program Microsoft Excel,” kata Kamil.

Dalam program Excel, memang ada pembatasan angka numerik maksimal 15 digit. Jika kita mengetikkan 16 digit, misalnya, maka digit ke-16 berganti menjadi nol.

“Jadi ini yang kami telusuri berapa banyak data yang demikian. Setelah didapati nanti kita akan konversi ke data asal, setelah didapati di mana saja sebarannya dan secara manual datanya bisa dibandingkan, maka tinggal perbaikan sedikit saja,” kata Husni.

Dengan demikian, data yang sudah “bersih” baru sekitar 115 juta. “Kita sudah melakukan penyandingan data dengan Kemendagri, dari 181 juta data yang kita masukkan dibanding 190 juta Data Penduduk Potensi Pemilih Pemilu
(DP4), sebanyak 115 juta sudah sinkron, lengkap dengan NIK,” papar Husni.

Related Post

Persoalan data pemilih ini rumit karena Kemendagri sebelumnya menuding KPU tidak menggukan DP4 yang dianggapnya sudah valid. Namun, diduga DP4 yang berjumlah 190 juta, diperoleh tanpa melalui sinkronisasi antara data Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) dengan daftar pemilih dalam pemilu terakhir.

Padahal, keharusan untuk sinkronisasi itu ada dalam Pasal 32 UU Pemilu. Setelah sinkronisasi, barulah diperoleh DP4 valid.

KPU kemudian melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dan menemukan 1,8 juta pemilih ganda. Hasil coklit oleh panitia pendaftaran pemilih ini menghasilkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Setelah mendengarkan masukan masyarakat, KPU menghasilkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dengan jumlah 181 juta. DPSHP inilah yang akan digunakan untuk menyusun DPT.

Angota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, masalah itu muncul ketika dalam proses penyandingan data, petugas menggunakan Microsoft Excel. Ditanya mengapa masih ada KPU daerah yang mengandalkan Excel, Ferry mengatakan tak semua daerah memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sama.

KPU sendiri sudah menggunakan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang berbasis web dengan database menggunakan MySQL. Sidalih sudah bisa menampung 16 digit sehingga, kata Ferry, secara keseluruhan tak ada masalah dengan kemampuan database pemilih. Semua orang bisa mengecek kemampuan database KPU ini di http://data.kpu.go.id/dp4.php.

Secara standard prosedur, operator di KPU daerah menginput data langsung ke Sidalih, bukan di Excel. “Di Excel itu hanya ketika proses memindahkan data dari hasil data yang sudah disandingkan,” kata Ferry. (AMR)

Leave a Comment
Tags: KPUPemilu

Recent Posts

Ketika Selebritas Berkampanye di Media Sosial

Hingga Kamis (3/7) malam, di media sosial terutama Twitter, terus diwarnai adu kencang beberapa tagar… Read More

7 years ago

I Stand on The Right Side: Perang Senyap Pita Dukungan Capres

Hingga Minggu (8/6) siang pukul 12.00, pita kampanye “I Stand on The Right Side” meroket… Read More

7 years ago

KPU Sebenarnya Siap dengan Pemilu Serentak 2014

Walaupun akan merepotkan, Komisi Pemilihan Umum sudah mengantisipasi putusan MK jika menginginkan pemilu serentak pada… Read More

8 years ago

Jokowi Pengaruhi Angka Ambang Batas Parlemen

Figur Joko Widodo atau Jokowi dalam konstelasi politik Indonesia masih dominan dan bisa mempengaruhi iklim… Read More

8 years ago

Bawaslu Rilis Peta Potensi Kerawanan

Badan Pengawas Pemilu merilis peta kerawanan Pemilu 2014 untuk 510 kabupaten/kota di Indonesia. Peta itu… Read More

8 years ago

Strict Standards: Non-static method JLoader::import() should not be called statically in…

Masih pada joomla 1.5 yang dipasang di server dengan upgrade server ke php terkini, halamannya… Read More

8 years ago