Notaris Akui Pembelian Rumah di Semarang Atas Nama Istri Djoko

Dugaan pencucian uang yang dilakukan Irjen Djoko Susilo mulai diusut
di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (14/6), setelah
selama ini jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi fokus
pada pembuktian tindak pidana korupsi dalam pengadaan simulator
berkendara di Korps Lalu Lingas Polri. Terungkap, dalam membeli
sebidang tanah dan bangunannya di Semarang, Djoko Susilo
mengatasnamakan istri ketiganya, Dipta Anindita.

Pengakuan itu disampaikan saksi Mariati Hurip, notaris yang mengurus
akta jual beli waktu itu. Mariati ingat, waktu itu tanggal 12 Maret
2012 ia sedang mengurus berkas akta jual beli tanah yang akan
diatasnamakan Dipta Anindita.

"Saya yang bawa berkas dan bertemu dengan beliau, Dipta Anindita," kata Mariati.

Sebelumnya, saksi dari pengembang PT Graha Perdana Indah, Wibowo
Tejokusumo, mengatakan pada 22 Februari 2012, ia kedatangan empat
orang yang menemuinya. Saat itu Wibowo adalah Manajer Marketing PT
Grah Perdana Indah.

Empat orang yang dimaksud adalah notaris Erick Maliangkay, Lam Anton
Ramli, dan dua orang, perempuan dan laki-laki, yang tak dikenalnya.
Anton mengutarakan bahwa dirinya akan membeli sebuah rumah.

"Kemudian harga disepakati Rp 7,1 miliar di Bukit Golf II Nomor 12
Semarang. Luas tanahnya 752 meter persegi, bangunan 285 meter
persegi," kata Wibowo. Anton membayar Rp 100 juta sebagai tanda jadi
yang tanda terimanya diatasnamakan Erick.

Pada 9 Maret 2012, Anton mengatakan akan membayar kekurangan pembelian
rumah dengan transfer ke rekening BCA. Namun, karena pihak pengembang
tak memiliki rekening di BCA, pelunasan akhirnya menggunakan rekening
pribadi milik tiga pegawai pengembang.

Related Post

Setelah dibayar lunas, besoknya Anton datang bersama perempuan bernama
Dipta Anindita. "Ibu Dipta yang tanda tangan akta jual beli," aku
Wibowo.

Hakim bertanya mengapa rumah tersebut diatasnamakan Dipta. "Pak Anton
yang meminta rumah itu diatasnamakan Ibu Dipta," kata Wibowo.

Di hadapan notaris Mariyati Hurip, Dipta Anindita masih mencantumkan
statusnya sebagai lajang, hal itu terkait data di KTP-nya. Padahal
Dipta sudah menikah dengan Djoko sejak 2008. "Dalam akta saya tulis
swasta. Tetapi dalam KTP statusnya mahasiswa," kata Mariyati.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan
Korupsi, disebutkan bahwa nilai dalam akta jual beli dicatat Rp 940
juta, padahal harga pembeliannya sebenarnya Rp 7,1 miliar.

"Terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul
harta kekayaan tersebut yang diketahuinya atau patut diduganya berasal
dari hasil tindak pidana korupsi, maka pembayarannya dilakukan
Terdakwa melalui Eric Maliangkay dan Lam Anton Ramli dan
kepemilikannya diatasnamakan Dipta Anindita," papar JPU.

Selain menjerat pidana korupsi, JPU juga menelusuri dugaan pencucian
uang yang dilakukan Irjen Djoko Susilo sejak tahun 2003. Jika ditotal
mulai 2003 hingga 2012, JPU mencatat total pencucian uang yang
dilakukan Djoko sekitar Rp 111,7 miliar dan 60.000 dollar AS. (AMR)

Leave a Comment

Recent Posts

Ketika Selebritas Berkampanye di Media Sosial

Hingga Kamis (3/7) malam, di media sosial terutama Twitter, terus diwarnai adu kencang beberapa tagar… Read More

7 years ago

I Stand on The Right Side: Perang Senyap Pita Dukungan Capres

Hingga Minggu (8/6) siang pukul 12.00, pita kampanye “I Stand on The Right Side” meroket… Read More

7 years ago

KPU Sebenarnya Siap dengan Pemilu Serentak 2014

Walaupun akan merepotkan, Komisi Pemilihan Umum sudah mengantisipasi putusan MK jika menginginkan pemilu serentak pada… Read More

8 years ago

Jokowi Pengaruhi Angka Ambang Batas Parlemen

Figur Joko Widodo atau Jokowi dalam konstelasi politik Indonesia masih dominan dan bisa mempengaruhi iklim… Read More

8 years ago

Bawaslu Rilis Peta Potensi Kerawanan

Badan Pengawas Pemilu merilis peta kerawanan Pemilu 2014 untuk 510 kabupaten/kota di Indonesia. Peta itu… Read More

8 years ago

Strict Standards: Non-static method JLoader::import() should not be called statically in…

Masih pada joomla 1.5 yang dipasang di server dengan upgrade server ke php terkini, halamannya… Read More

8 years ago